SMA NEGERI 3 SINGKAWANG DITUNJUK SEBAGAI PENYELENGGARA SEKOLAH MODEL SMA SKM-PSB KAL-BAR Jumat 21 Mei 2010, bertempat di Ruang Laboratorium Multi-Media SMA 3 Singkawang, Kepala Sekolah SMA 3 Singkawang, mengadakan sosialisasi kepada masyarakat kota Singkawang tentang adanya program terbaru dari Direktorat Pembinaan SMA, Kementerian Pendidikan Nasional,yaitu Prog. SMA Model SKM-PBKL-PSB. Beberapa tokoh yang hadir, diantaranya ; dewan pendidikan, pengurus komite, kabid dikmen, pengawas SMA, camat , lurah, dan beberapa masyarakat Singkawang Tengah. Tanggal 7 Mei lalu bertempat di Hotel Grand Aquila Bandung telah ditandatangani MOU antara 3 SMA di Kal-Bar dengan Kementerian Pendidikan Nasional tentang penetapanan SMA Model. Kalimantan Barat pada tahun ini meloloskan tiga sekolah yang dianggap layak sebagai penyelengara sekolah model SMA, yaitu SMA 1 Pontianak -penyelenggara SKM, SMA Imanuel Pontianak - peyelenggara PBKL, dan SMA 3 Singkawang – penyelenggara SKM sekaligus PSB. Mengawali penyampaiannya, kepala SMA 3 singkawang menyatakan,” maksud kami mengundang Bapak-Bapak ini adalah sebagai laporan dan sekaligus tanggung jawab, serta ucapan terima kasih kami kepada Bapak-bapak , juga masyarakat yang telah banyak mendukung kami dalam memajukan dunia pendidikan khususnya dunia pendidikan kota singkawang.
Dipilihnya dan dipercayainya SMA 3 sebagai penyelenggara sekolah Model SKM-PSB , setelah melalui verifikasi dari Direktorat PSMA yang sangat ketat, dan hanya 34 SMA di Indonesia yang lolos . Kal-Bar yang ditunjuk satu-satunya SMA 3 Singkawang ”.Lebih lanjut Kepala Sekolah menjelaskan, ”Yang dimaksud SMA Model SKM-PBKL-PSB adalah SMA yang telah memenuhi/hampir memenuhi 8 (delapan) SNP, menyelenggarakan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL), dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran dan manajemen sekolah. Kebutuhan dan kecepatan penguasaan dan penerapan IPTEK dalam rangka menghadapi tuntutan global semakin meningkatkan peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan. TIK semakin dibutuhkan dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran untuk berbagi informasi dan pengetahuan. Kondisi tersebut selanjutnya menjadi perhatian utama Dit. Pembinaan SMA dengan menempatkan TIK sebagai salah satu ikon utama pembinaan SMA yang salah satunya diwujudkan dalam program pengelolaan bahan ajar berbasis TIK melalui Pusat Sumber Belajar (PSB).
Adapun Landasan empiris pelaksanaan program SMA Model SKM-PBKL-PSB adalah Rintisan Pusat Sumber Belajar (RPSB) merupakan program pembinaan yang diberikan pada sejumlah SMA dalam rangka pengembangan dan pemenuhan bahan ajar berbasis TIK. Tujuan dari program tersebut adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar berbasis TIK secara maksimal dengan cara antara lain : (a) menyediakan sumber bahan ajar dan bahan ujian berbasis TIK untuk seluruh mata pelajaran di SMA; dan (b) membangun kebersamaan dan berbagi pengalaman antar tenaga pendidik di seluruh pelosok tanah air melalui jejaring komunikasi”. Demikian penjelasannya . Alaidin M.Yus dari Dewan Pendidikan Kota Singkawang , merespon positif dengan adanya sekolah PSB ini,” Apalagi ada di singkawang – hal ini harus kita dukung keberadaannya , karena ini akan sangat membantu guru-guru kita dalam menggunakan bahan dan media ajar yang standar begitu juga dengan siswa kita“. Katanya. Pada kesempatan tersebut Kepala sekolah SMA 3 juga memberikan penjelasan tentang PSB yang lain yaitu tata cara Penerimaan Siswa Baru di SMA 3 Singkawang tahun pelajaran 2010/2011. “ Mulai tahun ini SMA 3 Singkawang menggunakan seleksi NEM dan Tes Tertulis dengan masing komponen mempunyai bobot tertentu. NEM bobotnya 50 % dan Tes Tertulis 50%. Siswa yang diterima berjumlah 128 siswa atau empat kelas sesuai dengan yang kita umumkan. Kita mengharapkan semua pihak ikut membantu kami untuk mengamankan dan menyuseskan penerimaan siswa baru tahun ini. Marilah kita mulai dengan cara-cara proses yang benar supaya hasil yang diharapkan nantinya bisa maksimal. Semuanya anak-anak kita yang menentukan diterima dan tidaknya mereka. Mulai dari NEM dan hasil tes adalah hasil jerih payah mereka sendiri. Kita hanya mengamankan aturannya. Mulai Senin 24 – 29 Mei formulir sudah dapat diambil . Pendaftaran dan pengembalian formulir yang sudah diisi dengan benar 1- 4 Juni 2010. Sedangkan 5 Juni kita tes tertulis , dan 8 Juni pengumuman siswa yang dinyatakan diterima. Tanggal 9-10 Juni daftar ulang siswa yang dinyatakan diterima” .Kata kepala sekolah mengakhiri penjelasannya. Peserta yang hadir nampaknya sangat puas dan merespon positif penjelasan yang telah disampaikan oleh kepala sekolah tersebut. @...DR...@ |